Kamis, 12 Januari 2017

Bahaya Sedot Lemak Menurut Medis

Prosedur sedot lemak menggunakan alat (kanula), yang dimasukkan ke dalam kulit melalui sebuah sayatan kecil. Tindakan ini biasanya dilakukan di area perut, paha, bokong, lengan atas, dan dagu.
Perlu diketahui, setiap tindakan medis –termasuk sedot lemak, pasti memiliki manfaat dan risiko yang mungkin saja terjadi. Sedot lemak itu sendiri sebenarnya ditujukan untuk orang obesitas, yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung, diabetes mellitus, stroke, dan sebagainya.


Ditinjau dari segi manfaat, sedot lemak dapat meningkatkan rasa percaya diri karena penampilan yang lebih baik. Selain itu juga dapat mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan obesitas.
Dari segi risiko, sedot lemak bisa menyebabkan pelakunya mengalami:

Bengkak, lebam, nyeri, dan baal di bagian sayatan
Keluhan tersebut hampir selalu terjadi, karena adanya luka sayatan. Biasanya, keluhan akan menghilang dalam beberapa hari.

Infeksi
Risiko infeksi bisa terjadi pada semua jenis tindakan operasi, termasuk sedot lemak. Karena itu, dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah tindakan selesai dilakukan.

Jika Anda tidak bisa menjaga kebersihan luka bekas sayatan, infeksi bisa menjadi masalah serius, bahkan mengancam nyawa.

Kerusakan kulit
Kulit di atas luka bekas sedot lemak bisa rusak atau mati. Warna kulit pun akan berubah. Selain itu, scar atau keloid juga mungkin muncul pada orang yang memiliki riwayat penyakit keloid.
Luka bakar di kulit juga bisa terjadi akibat kanula atau liposuction probe yang panas dan mengenai kulit.

Kerusakan saraf
Sedot lemak bisa saja menyebabkan kerusakan saraf. Akibatnya timbul keluhan berupa kesemutan, baal, atau bahkan nyeri yang berlebihan..

Emboli paru
Emboli terjadi jika lemak terlepas dan masuk ke dalam pembuluh darah yang rusak akibat tindakan sedot lemak. Lemak tersebut bisa menyumbat pembuluh darah di paru ataupun organ lain, seperti jantung dan otak.

Perdarahan
Perdarahan juga merupakan risiko yang bisa terjadi pada semua tindakan operasi, termasuk opeasi sedot lemak.

Kematian
Sama halnya dengan operasi jenis lainnya, sedot lemak bisa menyebabkan pelakunya kehilangan nyawa akibat satu dan lain hal.

Segala risiko tersebut biasanya dijelaskan oleh dokter sebelum tindakan dilakukan. Dokter hanya akan melakukan tindakan jika pasien sudah paham tentang akan risiko tersebut dan menandatangani informed consent.

Ingat, sedot lemak bukanlah hal sepele yang bisa dilakukan secara sembarangan. Jika Anda ingin melakukannya, berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bedah plastik. (Sumber: Klikdokter)

0 komentar: